Rabu, 16 Agustus 2017

Ulasan Novel Girls in the Dark



    

 Girls in the Dark

      Girls in the Dark merupakan novel Best Seller karya Akiyoshi Rikako, diterbitkan oleh Penerbit Haru. Novel ini menceritakan tentang kegiatan pertemuan rutin ke-16 Klub Sastra SMA Putri Santa Maria, dimana pada pertemuan tersebut diadakan yami-nabe dan pembacaan naskah oleh setiap anggota klub.


     Klub Sastra SMA Putri Santa Maria, klub ini merupakan klub yang hendak dibubarkan oleh sekolah namun dihidupkan kembali oleh Shiraishi Itsumi. Karena Itsumi yang membuat klub ini berdiri kembali, dialah yang menjadi ketua klub dengan wakilnya Sumikawa Sayuri, sahabatnya. Pada awalnya klub ini hanya terdiri dari 2 anggota, Itsumi dan Sayuri, dengan seiringnya waktu, anggota klub ini bertambah hingga 5 orang. Semua anggota yang masuk adalah orang-orang pilihan Itsumi dan hanya dengan undangan dari Itsumi secara langsung anggota tersebut bisa masuk klub sastra.


     Dalam pertemuan yang ke-16 itu, seminggu sesudah kematian Shiraishi Itsumi, semua anggota melaksanakan yami-nabe dan membacakan naskah karya masing-masing mengenai kematian Shiraishi Itsumi. Dipimpin oleh ketua yang baru, Sumikawa Sayuri, pertemuan itu diadakan di salon tempat mereka biasa berkumpul. Setiap anggota mempunyai pandangan yang berbeda tentang bagaimana dan kenapa mantan ketua mereka bisa mati. Entah bunuh diri atau dibunuh. Namun dari setiap naskah yang dibacakan, terlihat bahwa seolah mereka masing-masing mengetahui siapa pembunuhnya dan terlihat seperti saling menuduh satu sama lain.


     Novel ini mampu menggugah rasa penasaran para pembaca dengan pembukaan cerita yang membuat pembaca semakin ingin membaca dan mengetahui cerita hingga akhir. Dalam novel ini juga terdapat kata asing yang mungkin tidak dimengerti oleh sebagian orang, hanya kata tertentu yang disertai penjelasannya, membuat orang mungkin harus mencari sumber lain agar tahu makna dari kata asing yang ada di novel ini. Namun bahasa yang digunakan adalah bahasa umum yang biasa digunakan oleh kalangan remaja hingga dewasa, jadi masih mudah untuk dipahami.


     Novel ini sangat saya sarankan bagi Anda yang suka dengan ending yang mengejutkan. Kita tidak akan menyangka kalau cerita yang sebenarnya sangatlah tidak sesuai dengan cerita yang ada di awal. Berdasarkan cerita novel ini, memang benar “Jangan menilai buku dari sampulnya” , mungkin kata tersebut juga berlaku bagi manusia. Karena kita tidak akan tahu sejatinya isi hati seseorang itu seperti apa. 





*-salon : sebuah ruangan tempat orang berkumpul, biasanya untuk membicarakn hal-hal seperti sastra atau kegiatan akademik lainnya(bahasa Prancis).
 -yami-nabe : arti harafiahnya "panci dalam  kegelapan". Peserta akan membawa bahan makanan yang dirahasiakan dari orang lain. Semua orang harus memasukkanya ke dalam panci berisi air mendidih dan kemudian memakannya. Karena saling tidak tahu bahan masing-masing, biasanya rasanya jadi tidak karuan. Kalau beruntung, jadi enak. _sumber : novel
**novel ini diangkat ke layar lebar loh :o ngga tau sih uda tayang apa belum tapi ini ada trailernya : https://japanesestation.com/film-ankoku-joshi-luncurkan-poster-trailer-terbaru/
***btw saya pas uda baca sampai klimaks, sempet berhenti baca, diem entah berapa menit, merenung, membayangkan seolah Itsumi itu nyata, ngga rela aja njir cewe secantik itu kok mau sama gurunya sendiri, ya walaupun gurunya juga masih muda sih :v wkwkwk

 

 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar